Sabtu, 02 Juni 2012

Kesenjangan Sosial


PENDAHULUAN


1.     Latar Belakang  

               Masyarakat merupakan kumpulan semua orang dalam suatu wilayah yang telah meninliki pranata social didalamnya. Didalam setiap kemasyarakatan terdapat suatu pandangan–pandangan yang berbeda, maka timbullah lapisan social.  Lapisan social adalah pengelompokan, pengkelasan dan penggolongan masyarakat tertentu yang dianggap dan dinilai berbeda dengan menerapkan berbagai kriteria-kriteria tertentu.

               Dalam menentukan kriteria-kriteria tersebut terdapat banyak pandangan yang diakui oleh masyarakat seperti pelapisan social dalam kajian sosiologi, politik, ekonomi, keturunan, ras, pendidikan dan lain-lain.

               Lapisan-lapisan social kebanyakan terdiri dari tiga dimensi pertama, lapisan atas yang terdiri dari orang-orang konglomerat kaum priyayi para pembesar Negara ataupun kerajaan. Kedua, lapisan tengah kebanyakan teerdiri dari orang-orang yang mempunyai pegahasilan cukup dan sederhana.yaitu orang-orang pegawai negeri tetap, manajer, karyawan dan lain-lain.  Ketiga, lapisan bawah kebanyakan lapisan ini diisi oleh orang-orang yang dibawah standar kelayakan masyarakat tengah. Yaitu para rakyat kecil, pertain, pedangan, tukang, dan lain-lain.

Dari lapisan social teresebut menimbulkan ketidak puasan lapisan bawah terhadap lapisan atas yang hanya mementingkan kebutuhannya tanpa memperhatikan kebutuhan dari lapisan bawah. Kecemburuan social ini merupakan kesenjangan social yang kemudian banyak dari mereka yang melakukan hal-hal yang tidak patut atau diskriminasi terhadap para penghuni lapisan atas. Dengan melakukan  semisal demo turun jalan, mogok kerja, pemboikotan, pelanggaran, dan lain-lain.

2.     Rumusan Masalah
  
a.       Apakah kesenjangan social dan apa yang menyebabkan nya ?
b.      Apa sajakah damapak dari kesenjangan social ?
c.       Bagaimanakah  solusinnya dari peran agama?
d.      Apa saja yang dilakukan agama untuk mengantisipasi kesenjangan social?

3.     Tujuan

a.       Mengetahui definisi kesenjangan social
b.      Mengetahui sebab-sebab timbulnya kesenjangan social
c.       Mengetahui dampak kesenjangan social dan solusi yang diberikan agama















PEMBAHASAN


1.     Definisi Kesenjangan Sosial

Kesenjangan social adalah sikap terhadap anggota kelompok etnis tertentu, yang disebabkan oleh lima hal yaitu : [1]
1.      Situasi dan kondisi
Situasi dan kondisi ini diantaranya adalah pelapisan social (strata social), mobilitas social kebawah, konflik antara kelompok yang turun-temurun, keamanan yang rapuh, dan sosialisasi yang kurang.
2.      Historis
              Adanya cerita secara turun temurun yang melatarbelakangi timbulnya konflik secara turun temurun .[2]
3.      Pribadi sendiri
Maksud dari diri sendiri adalah adanya sikap frustasi agresif kepada orang yang lebih di atasnya. [3]
4.      lingkungan
               Terkadang seseorang mempersepsikan bahwasannya lingkungannya merupakan satu kelompok etnis meskipun mereka berbeda sacara ras . 
5.      sifat-sifat
              Kesenjangan ini lebih menyoroti kepada kelompok atau individu objek dari pada pelaku (subjek) .

2.     Dampak Kesenjangan Sosial

Ø  Kemiskinan

          Kemiskinan telah menjadi fennomena social yang menuntut perhatian serius dari semua fihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Kemiskinan itu timbul karena terdiskriminasinya kelompok strata bawah oleh kelompok strata atas. Dalam hal ini yang dimaksud dengan kemiskinan adalah tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia seperti sandang, pangan, papan dan pendidikan. Maka itulah yang merupakan dampak kesenjangan social seperti ketunaan social, kecacatan, keterlantaran, ketertinggalan, dan keresahan social yang pada dasarnya berkenaan dengan keterbatasan nutuk mengakses berbagai sumber pelayanan dasar.[4]
Ø Kekerasan Terhadap Perempuan

         Pada umumnya, perempuan korban kekerasan, mengalami penderitaan dan trauma fisik dan psikologis akut amarah, depresif, dan putus asa, sensitif, mudah curiga pada orang lain dihantui berbagai phobia, sehingga menarik diri dari aktivitas hidup dan kehidupanya. Pada beberapa kasus, perempuan yang pernah mengalami kekerasan, menjadi anti sosial represif membalas dendam kepada banyak orang, walaupun sasarannya bukan laki-laki yang pernah melakukan kekerasan pada dirinya. [5]

Ø Pelanggaran Hak Asasi Manusia

    Di banyak tempat terjadi pembantaian massal yang menghancurkan, seluruh atau sebagian etnik, ras atau kelompok agama. Seperti membunuh anggota-anggota dari suatu kelompok; menyebabkan cacad tubuh dan mental dari anggota suatu kelompok sengaja melukai kelompok tertentu; secara paksa memindahkan anak dari suatu kelompok ke yang lain.  Di banyak tempat, secara tersirat adanya tindakan-tindakan bergaya Politik Apartheid. Misalnya, terjadi dominasi dari satu kelompok rasial terhadap yang lain dan secara sistematis kelompok agama dan etnik mayoritas menekan minoritas, sehingga muncul penolakan hak-hak serta kebebasan individu mereka pembunuhan dan perlakuan tidak manusiawi lainnya menolak hak kelompok lain untuk berpartisipasi pada bidang politik, sosial, ekonomi, kebudayaan, pembatasan pada pekerjaan, aktifitas gerakan serikat buruh, kebebasan berekspresi, dan lain-lain.

Ø Demonstrasi Para Buruh

Pada kalangan halayak umum sudah terbiasa dengan yang namanya demonstraasi atau sering disebut dengan demo. Demo biasanya dilakukan oleh para mahasiswa, ini terjadi pada orde lama, namun seiring dengan meningkatnya penekanan terhadap buruh, rendahnya tingkat kemakmuran buruh, dan penderitaan para buruh itu sendiri.

Maka, baik mahasiswa maupun buruh melakukan demo kadang berpisah-pisah dan terekadang bersatu antara keduanya. Dalam isi pendapatnya para demonstrans umumnya mempunyai tujuan tertentu, dan yang berpihak pada rakyat atau para buruh. Misalnya, demo tentang meningkatnya harga BBM yang merugikan masyarakat kelas menengah kebawah, padahal seharusnya rakyat harus diberikan keluasan hak-haknya.   

Ø   Melemahnya Wirausaha
Kesenjangan sosial menjadi penghancur minat ingin memulai usaha, penghancur keinginan untuk terus mempertahankan usaha, bahkan penghancur semangat untuk mengembangkan usaha untuk lebih maju. Hali ini dikarenakan seorang wirausaha selalu di anggap remeh.
Ø   Terjadi Kriminalitas
Banyak rakyat miskin yang terpaksa menghalalkan segala cara untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya yang beragam, hal itu disebabkan karena ketiadaan dana yang cukup serta kondisi sosial ekonomi yang bermasalah. Oleh sebab itu masyarakat terdorong untuk melakukan berbagai macam tindakan kriminal seperti mencuri, merampok, berjudi, penodongan, dll.
Ø   Terjadinya Monopoli
Kesenjangan sosial meyebabkan seseorang yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin misikin. Sebab seseorang yang mempunyai kekuatan baik dari segi ekonomi, hukum, politik, dsb, akan berupaya untuk bisa lebih menguasai bidang masing-masing dengan cara melebarkan sayap kekuasaan mereka. Hal tersebut membuat rakyat miskin semakin tertindas karena mereka tidak punya kemampuan untuk melawannya. Sebagai contoh : maraknya pembangunan mal-mal di kota-kota besar, atau pembangunan swalayan di kota-kota kecil sedikit - demi sedikit akan mematikan omset pedagang di pasar tradisional

3.     Peran Agama Islam Dalam Memberikan Solusi Terhadap Kesenjangan Sosial

Agama hanya memberikan pertimbangan agar umat dengan suka rela meninggalkan kesenjangan social tersebut.
  1. Perubahan Pribadi Manusia. Alasan-alasan positip seseorang menjadi umat beragama, antara lain agar memperoleh kepastian keselamatan mengingatkan dirinya sendiri bahwa TUHAN yang menciptakan serta mengatur segala sesuatu termasuk hidup dan kehidupan kesadaran adanya TUHAN ajaran-ajaran agama mampu sebagai pagar pembatas agar tidak jatuh serta terjerumus ke dalam cara-cara hidup yang buruk serta negatif mampu mendorongnya agar berbuat kebajikan, membantu, menolong, memperhatikan sesama manusia berdasarkan kasih; dan lain-lain. [6]
Pada hakekatnya, perubahan diri seseorang ketika ia menjadi umat beragama yang setia dan taat, menyangkut tiga hal penting, yaitu iman, pengharapan, dan (cinta) kasih. Alloh berfirman dalam al-qur’an surat fussilat ayat 40 yang berbunyi :

¨bÎ) tûïÏ%©!$# tbrßÅsù=ムþÎû $uZÏF»tƒ#uä Ÿw tböqxÿøƒs !$uZøn=tã 3 `yJsùr& 4s+ù=ムÎû Í$¨Z9$# îŽöyz Pr& `¨B þÎAù'tƒ $YZÏB#uä tPöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# 4 (#qè=uHùå$# $tB ôMçGø¤Ï© ( ¼çm¯RÎ) $yJÎ/ tbqè=yJ÷ès? ÅÁt/ ÇÍÉÈ  
Artiinya :
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari kami. Maka Apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat?  perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Fusshilat. 40)
  1. Edukasi. Edukasi dimaksud menyangkut pembinaan, pendidikan, pengajaran dalam arti seluas-luasnya. Memang agama lebih banyak berperan bimbingan spiritual atau rohaniah, akan tetapi tidak boleh berhenti sampai di situ. Agama juga bisa berperan untuk mengembangkan ilmu dan teknologi yang berguna untuk kesejahteraan umat manusia. Alloh SWT berfirman dalam surat al-imran ayat 190 dan surat al-ra’ad ayat 19 yang berbunyi :

žcÎ) Îû È,ù=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur É#»n=ÏF÷z$#ur È@øŠ©9$# Í$pk¨]9$#ur ;M»tƒUy Í<'rT[{ É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÉÈ  
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (QS.al-imran : 190)
`yJsùr& ÞOn=÷ètƒ !$yJ¯Rr& tAÌRé& y7øs9Î) `ÏB y7Îi/¢ ,ptø:$# ô`yJx. uqèd #yJôãr& 4 $oÿ©VÎ) ㍩.xtGtƒ (#qä9'ré& É=»t6ø9F{$# ÇÊÒÈ  
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,(QS.al-ra’ad : 19)
  1. Perbaikan Keadaan Masyarakat. Pada sikon seperti ini, agama harus bisa berperan untuk merubah umatnya itu. Kehidupan masyarakat hanya bisa diperbaiki oleh pribadi-pribadi yang mengalami perubahan karena mendapat tuntunan keagamaan. Memang agama tidak mempunyai hak yudikatif terhadap pelanggar hukum-hukum sosial dan masyarakat. Akan tetapi, agama tetap mempunyai hak dan banyak sekali kemampuan untuk merubah manusia. Di sini terjadi, manusia yang berubah (karena peran agama) sehingga perubahan itu berdampak luas pada masyarakat. Alloh awt berfirman dalam al-qur’an surat al-ra’d ayat 11yang ber bunyi :

¼çms9 ×M»t7Ée)yèãB .`ÏiB Èû÷üt/ Ïm÷ƒytƒ ô`ÏBur ¾ÏmÏÿù=yz ¼çmtRqÝàxÿøts ô`ÏB ̍øBr& «!$# 3 žcÎ) ©!$# Ÿw çŽÉitóム$tB BQöqs)Î/ 4Ó®Lym (#rçŽÉitóム$tB öNÍkŦàÿRr'Î/ 3 !#sŒÎ)ur yŠ#ur& ª!$# 5Qöqs)Î/ #[äþqß Ÿxsù ¨ŠttB ¼çms9 4 $tBur Oßgs9 `ÏiB ¾ÏmÏRrߊ `ÏB @A#ur ÇÊÊÈ  
Artinya:
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan  yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(QS. Al-ra’d.11)
  1. Persatuan (integrasi) nasional dalam Masyarakat. Hampir semua aspek yang membedakan manusia, umumnya, sebagai akar perbedaan. Peran sebagai alat pemersatu masyarakat harus dimulai dari pribadi-pribadi yang terbuka, toleran, berwawasan luas, serta mempunyai kemampunan untuk melihat perbedaan sebagai kesejajaran dan kesamaan untuk membangun dan menuju kemajuan.[7] Alloh swt berfirman dalam al-qur’an surat al-baqoroh ayat 103 yang berbunyi :


(#qßJÅÁtGôã$#ur È@ö7pt¿2 «!$# $YèÏJy_ Ÿwur (#qè%§xÿs? 4 (#rãä.øŒ$#ur |MyJ÷èÏR «!$# öNä3øn=tæ øŒÎ) ÷LäêZä. [ä!#yôãr& y#©9r'sù tû÷üt/ öNä3Î/qè=è% Läêóst7ô¹r'sù ÿ¾ÏmÏFuK÷èÏZÎ/ $ZRºuq÷zÎ) ÷LäêZä.ur 4n?tã $xÿx© ;otøÿãm z`ÏiB Í$¨Z9$# Nä.xs)Rr'sù $pk÷]ÏiB 3 y7Ï9ºxx. ßûÎiüt6ムª!$# öNä3s9 ¾ÏmÏG»tƒ#uä ÷/ä3ª=yès9 tbrßtGöksE ÇÊÉÌÈ  
Artinya:

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS. Al-aqarah.103)





























PENUTUP


1.     Kesimpulan

Lapisan social merupakan pranata social yang banyak menimbulkan banyak dampak negative dibanding dampak positivenya. Karena disetiap adanya lapisan social (strata social ) disitu pasti ada upline ( golongan garis atas ) dan downline (golongan garis bwah ) didalam penerapannya suatu lapisan social menimbulkan akibat yang buruk bagi lapisan menengah kebawah dan banyak keuntungan bagi lapisan menengah keatas. Disinal letak fungsi peranan agama untuk meminimalisir timbul adanya kesenjangan social yang merebak menjadi konflik antar sesama teman, wilayah, agama, strata maupun berbeda.

Bahwa sesungguhnya agama islam merupakam agama yang paling kompleks  dimana setiap sesuatunya diatur baik perkara-perkara yang dianggap sepele maupun perkarra-perkara yang dianggap besar sekalipun semuanya terdapat dalam al-qur’an dan al-hadis sungguh islam merupakan agama yang paling banyak menerapkan persamaan dan kesamaan social masyarakat islam tidak membedakan suatu kaum keccuali atas tingkat keimanannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Dibalik semua itu kita dapat mengambil suatu pelajaran berharga bahwa pelapisan social masyarakat tidak perlu diterapkan dalam kehidupan kemasyarakatan karena akan menimbulkan kesenjangan social yang berakibat pada keretakan persatuan dan kesatuan antar sesama umat islam maupun dengan umat lain.


2.     Kritik Dan Saran

Demikianlah, penyampaian makalah ilmu sosoial budaya dasar dari saya memang jikalau kita membahas masalah tentang kesenjangan social maka tidak akanada selesainnya maka saya cukupi sampai disi makalah saya.

Apabila dalam penyampaian  pendahuluan, pembahasan, dan penutup di atas saya sebagai hamba Tuhan yang jauh dari kesempurnaan, menyadari adanya banyak kesalahan dari saya sendiri baik yang saya sengaja maupun tidak ssengaja. Maka, saya selaku pemakalah mengharapkan patisipasi dari para pembaca dan teman-teman dalam bentuk kritik dan saran yang mendukung agar supaya kedepannya saya bisa lebih baik dalam menulis makalah ini amiin.
             
  















Daftar Rujukan


Soelaeman, Dr.M. Munandar, Teori Dan Konsep Ilmu Social Dasar: Penerbit Refika Aditama, Bandung, 1986 

Ekkyleecaloan, Kemiskinan : Browsing Internet, Google.Com, 2011

Jappy Pellokila, Kekerasan Terehadap Wanita : Browsing Internet, Google.Com, 2012

Allport, Gordon W., The Nature Of Prejudice : Dooubelay Anchoor Books, Garden City, New York, (1985).

Shvoong., Dampak Akibat Terjadinya Kesenjangan Social : Browsing Internet, Google.Com, 2012

Majid, Nurcholis, Agama Dan Masyarakat : Universitas Berawijaya, Malang, 1985












Daftar Pertanyaan

a.       Apa saja yang menyebabkannya kesenjangan sosial ?
b.      Apa sajakah dampak dari kesenjangan social ?
c.       Bagaimanakah peran agama islam dalam memberikan solusi kesenjangan social ?
d.      Apa saja yang dilakukan agama untuk mengantisipasi kesenjangan social?
e.       Sebutkan dalil-dalil yang berhubungan dengan peran agama dalam memberikan solusi atas kesenjangan social ?



[1] Allport, Gordon W., The Nature Of Prejudice, Dooubelay Anchoor Books, Garden City: New York, (1985).
[2] Robert Parls (1950)
[3] J.Dollard Dan N.Miller.
[4]  Ekkyleecaloan, Kemiskinan : Internet, Google.Com, 2011
[5]  Jappy Pellokila, Kekerasan Terehadap Wanita : Internet, Google.Com, 2012
[6] Nurcholis Majid. Agama Dan Masyarakat, Universitas Berawijaya, Malang, 1985
[7] Renan, Ernes, The Meaning Of Nationality

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar